Yuhuuu... Cici di sini. Kali ini mau bagi-bagi tips sederhana untuk pembaca setia.
Ya... Namanya juga tips sederhana ya... Jadi jangan berharap sesuatu yang luar biasa. Hahaha.
Jadi ceritanya ide ini muncul saat melihat tumpukkan plastik di dalam plastik #IniApaCoba yang kalau lagi butuh, susah nyarinya. Musti diubek-ubek sampe bagian terdalam, dan hal ini tentu saja membuat kantong plastik--bekas yang udah setia kamu kumpulin dan rapiin--menjadi berantakan lagi :(
So, dari pada kejadian ini terus berulang dan terkadang malah menghabiskan waktu untuk mencari-cari ukuran yang pas #UdahKayakMilihBaju, maka terpikirlah untuk membuat kotak ajaib--yang sebenarnya nggak ajaib-ajaib amat--ini. :D
Senin, 13 Juni 2016
Minggu, 12 Juni 2016
Orak-arik telur sayur ala Cici
Yuhuu...
Masih ada Cici di sini. Kali ini mau bagi-bagi resep nih. Nggak ada resep spesial sih, soalnya di internet juga banyak bertaburan resep yang mirip, atau mungkin sama. Intinya jangan terlalu banyak berharap dari resep yang bakal aku bagikan. Karena (mungkin) resep ini bakal gaje. Hhahaha.
Nah, ini dia nih masakan yang akhirnya aku buat karena ada tumpukkan sayuran dan telur di kulkas. So, jadilah Orak-arik sayur ala Cici. Langsung aja, cekidot~
Masih ada Cici di sini. Kali ini mau bagi-bagi resep nih. Nggak ada resep spesial sih, soalnya di internet juga banyak bertaburan resep yang mirip, atau mungkin sama. Intinya jangan terlalu banyak berharap dari resep yang bakal aku bagikan. Karena (mungkin) resep ini bakal gaje. Hhahaha.
Nah, ini dia nih masakan yang akhirnya aku buat karena ada tumpukkan sayuran dan telur di kulkas. So, jadilah Orak-arik sayur ala Cici. Langsung aja, cekidot~
Sabtu, 11 Juni 2016
Lapak 1.5 x 0.5 m
Yuhuuu... Cici is back.
Seperti janji kemaren, hari ini In syaa Allah bakal mulai posting-posting cantik lagi. *kibas-kibas jilbab*
Eh, ini judulnya apa banget ya... Sampe ngomongin lapak-lapakan segala. Apa karena di sosmed sekarang pada rame yang buka lapak? *Eh, bukannya kamu juga, Ci?*
Iya, sih. Hahaha. Oke fix. Lupakan. Back to topik.
Jadi gini nih ya... Kadang kita *eh, atau aku aja?* suka ngiri liat orang-orang yang pada punya usaha. Yang usahanya udah gede dan punya cabang di mana-mana. Bisa mempekerjakan orang, bantu orang, buka sekolah gratis, de el el. Duh, pokoknya suka ngiri sih kadang ya... Jadi pengen juga punya lapak kayak mereka.
Tapi, akhir-akhir ini aku jadi berpikir. Hei! Bukankah kita masing-masing sebenarnya sudah diberi lapak oleh Allah? Lapak yang sebenarnya. Lapak yang perniagaannya nggak akan pernah rugi. Lapak yang bakal bisa mewujudkan semua mimpi. Lapak yang bisa kasih kita apa aja. Jangankan penghasilan sembilan, atau sepuluh digit per bulan, bahkan seratus digit sekali pun, bisa diwujudkan. Lapak yang nggak bakal buat kita kecewa. Lapak yang nggak perlu bayar uang sewa. Lapak yang nggak bakal direbut orang. Lapak yang nggak bakal pernah berkurang.
Seperti janji kemaren, hari ini In syaa Allah bakal mulai posting-posting cantik lagi. *kibas-kibas jilbab*
Eh, ini judulnya apa banget ya... Sampe ngomongin lapak-lapakan segala. Apa karena di sosmed sekarang pada rame yang buka lapak? *Eh, bukannya kamu juga, Ci?*
Iya, sih. Hahaha. Oke fix. Lupakan. Back to topik.
Jadi gini nih ya... Kadang kita *eh, atau aku aja?* suka ngiri liat orang-orang yang pada punya usaha. Yang usahanya udah gede dan punya cabang di mana-mana. Bisa mempekerjakan orang, bantu orang, buka sekolah gratis, de el el. Duh, pokoknya suka ngiri sih kadang ya... Jadi pengen juga punya lapak kayak mereka.
Tapi, akhir-akhir ini aku jadi berpikir. Hei! Bukankah kita masing-masing sebenarnya sudah diberi lapak oleh Allah? Lapak yang sebenarnya. Lapak yang perniagaannya nggak akan pernah rugi. Lapak yang bakal bisa mewujudkan semua mimpi. Lapak yang bisa kasih kita apa aja. Jangankan penghasilan sembilan, atau sepuluh digit per bulan, bahkan seratus digit sekali pun, bisa diwujudkan. Lapak yang nggak bakal buat kita kecewa. Lapak yang nggak perlu bayar uang sewa. Lapak yang nggak bakal direbut orang. Lapak yang nggak bakal pernah berkurang.
Jumat, 10 Juni 2016
Tulisan Nggak Penting
Aaaakkk... Udah lebih dari sebulan ini blog nggak disentuh. huuuff... *tiupin debu*
Emang gini banget ya rasanya kalau udah lama nggak nulis. Rasanya tu... K.A.K.U. Serius KAKU bener deh. Nggak tahu rasanya mau mulai dari mana, mau mulai dari "a" atau dari "si dia" #eh
Intinya tuh ya... Emang bener banget, sesuatu itu harus terus dilatih dan dibiasakan, kalau nggak... Hmm... Ya gini deh, mau mulai aja rasanya susaaaaahhhh... banget. Maka jadilah ujung-ujungnya "curhat". Eh, betewe makasi loh ya... udah ngeklik tulisan ini yang isinya cuma curhatan galau cici yang udah lama nggak nulis. Hahaha. *ditimpuk*
Etapi, tenang aja, nggak usah buru-buru close dulu. Karena, sebentar lagi kamu akan tahu sesuatu. Ya sesuatu. Sesuatu yang selama ini aku rahasiakan. Seseuatu yang banyak membuat orang penasaran.
Dan...
Sesuatu itu adalah...
Bahwa...
Sebenarnya...
Aku
Nggak
Punya
Rahasia apa-apa yang mau ditulis di sini. Hahahaha. *digorok pembaca*
Udah ah... gini aja dulu, sebagai pemansan untuk jari-jari yang udah mulai kaku dan aksara yang telah membeku.
Jangan kapok pantengin blog aku ya... In syaa Allah bsok bakal ada postingan baru untuk kamu. So, keep stay tune guys.
Oh ya, yang belum follow blog ini, boleh kok difollow. Hehe. :D
Emang gini banget ya rasanya kalau udah lama nggak nulis. Rasanya tu... K.A.K.U. Serius KAKU bener deh. Nggak tahu rasanya mau mulai dari mana, mau mulai dari "a" atau dari "si dia" #eh
Intinya tuh ya... Emang bener banget, sesuatu itu harus terus dilatih dan dibiasakan, kalau nggak... Hmm... Ya gini deh, mau mulai aja rasanya susaaaaahhhh... banget. Maka jadilah ujung-ujungnya "curhat". Eh, betewe makasi loh ya... udah ngeklik tulisan ini yang isinya cuma curhatan galau cici yang udah lama nggak nulis. Hahaha. *ditimpuk*
Etapi, tenang aja, nggak usah buru-buru close dulu. Karena, sebentar lagi kamu akan tahu sesuatu. Ya sesuatu. Sesuatu yang selama ini aku rahasiakan. Seseuatu yang banyak membuat orang penasaran.
Dan...
Sesuatu itu adalah...
Bahwa...
Sebenarnya...
Aku
Nggak
Punya
Rahasia apa-apa yang mau ditulis di sini. Hahahaha. *digorok pembaca*
Udah ah... gini aja dulu, sebagai pemansan untuk jari-jari yang udah mulai kaku dan aksara yang telah membeku.
Jangan kapok pantengin blog aku ya... In syaa Allah bsok bakal ada postingan baru untuk kamu. So, keep stay tune guys.
Oh ya, yang belum follow blog ini, boleh kok difollow. Hehe. :D
Jumat, 29 April 2016
Khawatir
Dalam menjalani hidup ini, terkadang kita sering merasa khawatir dan takut. Khawatir kerjaan tidak beres, lalu dimarahi bos. Khawatir saat telat bayar SPP lalu alpa study. Khawatir tidak dapat jodoh. Khawatir tidak ada uang untuk makan. Khawatir ini dan itu. Bahkan, tidak jarang kekhawatiran itu hanya sekedar kekhawatiran saja, dan masih praduka belaka. Tidak ada korelasi, bahkan bukti sama sekali jika itu benar-benar akan terjadi. Ah, kita memang terkadang terlalu khawatir.
Kamis, 28 April 2016
Dear Mantan (?)
Akhir-akhir ini lagi marak banget para pengguna sosial media yang bikin meme atau ngedit picture atau sejenisnya pakai tagline "Dear Mantan" yang ditambah dengan kalimat "Maafkan aku yang dulu". Hhmmmm... Nggak perlu disebutin lah ya, contohnya yang kayak gimanaaa... tinggal buka aja tuh beranda Facebook masing-masing, bakal langsung bertebaran meme yang dimaksud. Atau bagi kamu yang nggak nemu meme yang aku maksud--karena mungkin teman FB nya anak baik semua--bisa tanya sama uncle google, tinggal ketik aja "Meme Dear Mantan", dalam sepersekian detik--kalau internet kamu lancar tentunya--bakal muncul berbagai gaya "Meme Dear Mantan".
Oke, aku nggak bakal bahas lebih lanjut tentang "Meme Dear Mantan" yang kadang bikin miris ini. Syukurlah meme yang menggambarkan betapa sebenarnya yang buat meme kayak gini masih ada rasa "ngarep" ama mantannya, pengen balikan. Atau minimal, dia pengen bilang, "Nyesel kan ninggalin gue kemaren? Liat gue yang sekarang. Gigit jari, gigit jari deh lo." Yaaah... mungkin lebih kurang gitu kali ya, yang ingin disampaikan dari meme "Dear Mantan" ini. Sungguh miris. Pamer diri yang sekarang, hanya untuk "balas dendam". Fiyuuuh *lap keringet*
Oke, aku nggak bakal bahas lebih lanjut tentang "Meme Dear Mantan" yang kadang bikin miris ini. Syukurlah meme yang menggambarkan betapa sebenarnya yang buat meme kayak gini masih ada rasa "ngarep" ama mantannya, pengen balikan. Atau minimal, dia pengen bilang, "Nyesel kan ninggalin gue kemaren? Liat gue yang sekarang. Gigit jari, gigit jari deh lo." Yaaah... mungkin lebih kurang gitu kali ya, yang ingin disampaikan dari meme "Dear Mantan" ini. Sungguh miris. Pamer diri yang sekarang, hanya untuk "balas dendam". Fiyuuuh *lap keringet*
Jumat, 22 April 2016
Ada Kala
Ada kala,
saat ingin bercerita,
kau tak tahu tahu memulai dari mana.
Ada kala,
saat ingin menulis,
tanganmu mendadak kaku,
seolah terbelenggu,
dan kata-kata menguap entah ke mana.
Ada kala,
saat kau ingin pergi,
namun hati tak ingin lari.
hanya bisa mengatur rasa,
agar luka tak semakin parah.
Ada kala,
saat kau ingin berteriak,
di tepi pantai, agar suaramu hilang ditelan ombak.
Ada kala,
saat kau ingin berdua saja.
Bersama seseorang yang kau cinta,
bersamanya menghabiskan masa.
Ada kala,
saat kau memang (benar-benar) kehilangan ide untuk menuangkan kata,
maka saat itulah hadir tulisan yang saat ini kau baca.
Ada kala,
saat kau tersadar telah khilaf,
karena membaca tulisan gaje punya.
Ya. Ada kala.
Ada kala, hingga akhirnya kau ingin menimpuk seseorang yang telah membuat tulisan gaje nan abstrak ini, dengan buku yang sedang kau baca.
Ada kala, hingga akhirnya kau ingin menimpuk seseorang yang telah membuat tulisan gaje nan abstrak ini, dengan buku yang sedang kau baca.
*ditumpuk pembaca
*tangkep bukunya
*tangkep bukunya
#IniTulisanApa
#GaJe
#ODOP
#GaJe
#ODOP
Langganan:
Postingan (Atom)
