"Uh! Sebel. Sebeeeeeeeell!!! Kenapa sih, mereka itu pada
rese banget? Ngata-ngatain aku mulu bisanya. Iiiihhh... Pengen aku
cabik-cabik tuh orang."
"Eh... eh... Anak mama kenapa ini? Pulang-pulang kok malah
cemberut? Terus ngomel-ngomel nggak jelas. Ntar cepet tua loh," goda
mama yang mendapatiku ngedumel pulang sekolah, masih lengkap dengan
seragam putih biru, bahkan sepatu yang belum dilepas.
"Iiih... Mama. Orang lagi kesel juga. Malah digodain." Aku memasang wajah cemberut dan pura-pura memalingkan muka dari mama.
"Hehe... Lagian kamu, nggak biasanya pulang sekolah
cemberut kayak gini? Ada apa? Cerita dong sama mama," pinta mama seraya
duduk dan merangkul pundakku. Ah, mama. Sentuhannya selalu berhasil
membuatku nyaman.
"Itu loh ma...



